sudah bertahun-tahun sejak gue meninggalkan hobi gue nulis. walaupun sebenernya tulisan gue ini murahan karena mostly isinya cuma curhat yang ga jauh-jauh dari friendship stuffs atau love stuffs. gue pun gak nulis pake bahasa yang indah-indah banget karena sepertinya gue ga punya sense of artnya gitu. ditambah lagi gue sepertinya orang yang tidak cukup kuat sama kritik atau hinaan orang lain. waktu gue SMA ada beberapa orang yang baca blog gue dan menghina blog gue karena tulisannya kurang bermutu. dan ditambah lagi ada juga seonggok orang yang menghina gue karena gue ngepost pake bahasa inggris di twitter sering banget grammarnya salah dan dia kayak… “kalo gak bisa bahasa inggris ya ga usah ngomong pake bahasa inggris”
mungkin orang2 yang di atas itu gatau apa yang mereka lakukan ke gue membawa impact yang cukup besar bagi gue. sekarang kalo gue mau nulis atau mau ngepublish tulisan gue, yang ada di otak gue cuma “aduh ini sampah gak ya tulisannya“. gue kayak kehilangan percaya diri gue terhadap tulisan gue sendiri. terus gue juga meragukan kemampuan bahasa inggris gue sendri. padahal dulu waktu gue smp gue sering banget bikin cerita pake bahasa inggris dan gue sangat pede dengan itu walaupun grammarnya berantakan. but at least, gue menghasilkan sesuatu. gak kayak sekarang dimana bahkan ketika gue pengen ikut lomba yang bahasa inggris gue udah minder duluan karena gue merasa terus-terusan kalo gue gabisa bahasa inggris.
kenapa gue nulis kayak gini?
pertama, gue lagi capek banget. kedua, gue merasa beberapa orang melakukan sesuatu tanpa mikirin perasaan orang lain. gue merasa gue menjaga perasaan semua orang. especially orang-orang terdekat gue. gue capek. sayangnya gak semua orang merasakan hal serupa ke gue. dan terutama juga orang2 terdekat gue. lyk sepertnya mereka ngecap gue bukan tipe orang perasa. tapi kalo malem gini tiba-tiba semua hal memenuhi otak gue dan gue merasa sangat merana akan itu semua.
gue tau sih mungkin bagi beberapa orang melakukan hal tersebut ga bakal bedampak apapun ke gue. karena mungkin hal-hal yang mereka lakukan itu bagi mereka gak ada artinya. seperti mereka yang ngomong ke gue “ah blog lo gak mutu. tulisan lo gak jelas” atau bilang “lo gak usah ngomong pake bahasa inggris kalo gabisa bahasa inggris” atau hal-hal sejenis lainnya. gue adalah orang yang sangat perasa. tapi gak semua yang gue rasakan itu bakal gue perlihatkan. gue lebih sering menyembunyikannya dibalik ke-bodo-amat-an gue atau kepribadian gue lainnya yang orang lain lihat.
menurut gue sifat gue yang satu ini merupakan kelemahan gue, yang artinya ketika sifat gue yang sekarang ini sedang muncul, gue gak bakalan kasih tau kalo emang sifat ini sedang muncul. gue bakal memilih untuk menjauhi orang yg gak sengaja menyakiti gue itu (padahal mereka ga bermaksud nyakitin) atau diem.
jadi sepertinya orang-orang terdekat gue bisa mengerti kenapa gue tiba-tiba diem. atau menjauh. atau ekstrimnya berubah sifat.
c a p e k.
punya kelemahan kaya gini.
semarang,
lima menit sebelum 15 mei.






